May 2019 - Sobat Sehat

Sunday, May 26, 2019

Bahan Makanan yang Sangat Baik Dikonsumsi oleh Pasien Kemoterapi
May 26, 20190 Comments
Kanker dikenal merupakan penyakit yang sangat sulit disembuhkan. Kemoterapi menjadi salah satu cara bagi para penderita kanker untuk mendapatkan kesembuhan, meskipun proses kemoterapi ini juga bukan proses yang mudah. Kemoterapi menjadi salah satu metode pengobatan yang sangat tidak menyenangkan.


Hal itu disebabkan karena kemoterapi memberikan banyak sekali efek samping seperti diantaranya mual, muntah, mulut kering, diare, hingga sembelit. Dan efek samping yang beragam tersebut biasanya menjadikan tubuh orang yang sedang menempuh kemoterapi menjadi semakin lemah. 

Nah Sobat Sehat, dari Reader's Digest, bagi penderita kanker yang sedang menjalani proses kemoterapi, ada beberapa bahan makanan yang bisa dikonsumsi untuk memperingan efek kemoterapi tersebut sehingga efek dari kemoterapi yang harus ditempuh - yang biasanya tak cukup sekali - tidak membuat tubuh menjadi semakin lemah. Bahan-bahan makanan ini bisa dikonsumsi, tetapi yang terpenting juga harus berkonsultasi dengan dokter yang menangani. 

WORTEL
Wortel seringkali dijumpai pada menu makanan penderita kanker. Hal ini dikarenakan wortel mampu membantu memaksimalkan proses kemoterapi dengan suatu senyawa tertentu. Senyawa dalam wortel ini - yang juga ditemukan dalam peterseli atau seledri - mampu menghentikan mekanisme dalam tubuh yang menghambat atau mengganggu perawatan kanker.

SAUS, GRAVIES, SUSU RENDAH LEMAK
Mulut kering sebagai salah satu efek samping kemoterapi biasanya membuat pasien menjadi kehilangan nafsu makan. Maka untuk menyiasati hal ini pasien bisa menggunakan saus ketika sedang memakan suatu makanan. Atau juga bisa menggunakan gravies hingga susu rendah lemak.

NASI DAN PISANG
Nasi dan pisang bisa digunakan untuk perawatan penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi untuk mengatasi permasalahan efek samping yang ditimbulkan, yaitu diare. Selain kedua bahan makanan tersebut juga bisa menggunakan buah apel matang, atau roti panggang kering juga bisa digunakan. Hindari bahan makanan berlemak, buah-buahan mentah, dan produk olahan gandum.

BIJI-BIJIAN
Ketika pasien mengalami sembelit selama proses kemoterapi, gunakan bahan-bahan yang memiliki serat tinggi dan minum cukup air. Buah-buahan kering, kacang-kacangan, bisa dipilih untuk mengatasi permasalahan pencernaan akibat kemoterapi. Sebagai tambahan, bagi pasien kanker dianjurkan untuk minum kurang lebih 12 gelas air.

PERMEN JAHE
Untuk mengatasi mual, pasien kemoterapi bisa menggunakan permen jahe, atau juga bisa menggunakan lemon. Mengonsumsi permen jahe sebelum makan bisa mengatasi perut mual dan juga mengatasi pusing. 

MAKANAN RINGAN
Kehilangan nafsu makan biasanya akibat dari mulut kering, tetapi pasien kemoterapi akan menjadi semakin lemah jika kehilangan nafsu makan. Nah untuk menyiasati hal ini pasien kemoterapi bisa menggunakan makanan ringan - tentu harus konsultasi dengan dokter - agar makanan ringan ini bisa membantu memberikan energi bagi pasien.

BUBUR
Tak jarang proses kemoterapi menyebabkan luka di mulut, dan jika itu terjadi pasien bisa menggunakan bahan makanan yang sudah diolah dengan lembut, misalnya bubur, puding, atau sup. Tetapi usahakan agar olahan bahan makanan ini benar-benar lembut sehingga bisa ditelan dengan mudah oleh pasien. 

JUS JERUK
Jus jeruk selain menyegarkan juga bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan mulut kering akibat kemoterapi. Jus jeruk atau air lemon bisa digunakan untuk mengatasi mulut kering karena bahan tersebut bisa merangsang produksi air liur. Tetapi lebih baik konsultasi dengan dokter terlebih dahulu karena jika proses kemoterapi menyebabkan tenggorokan sakit, maka lebih baik hindari bahan ini.

PROTEIN TANPA LEMAK
Protein dari beberapa bahan seperti telur, ikan, tahu, dan ayam bisa menjadi pilihan karena protein mampu memberikan energi tambahan sehingga pasien kemoterapi tidak menjadi terlalu lemas. Protein tanpa lemak mampu menguatkan otot dan memberikan energi tambahan.

BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH
Antioksidan tinggi yang terdapat pada bawang merah dan bawang putih terbukti cukup ampuh menjadi bahan yang membantu pasien kemoterapi. Bahan ini mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan kekebalan alami pasien untuk melawan kanker. Bahkan beberapa jenis bawang bisa menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

MAKANAN YANG MENGANDUNG SELENIUM
Selenium adalah mineral yang terdapat pada beberapa bahan makanan seperti Kacang Brazil, makanan laut, ikan air tawar, gandum, dan beras merah. Selenium ini dikenal mampu menjadi bahan penangkal kanker, mampu meningkatkan kekebalan tubuh, dan bahkan mampu melawan beberapa jenis kanker seperti leukimia dan melanoma. Khusus untuk bahan makanan dari laut, hindari kerang dan ikan mentah.

Nah Sobat Sehat, itulah beberapa bahan makanan yang bisa digunakan sebagai menu bagi para pasien penderita kanker yang sedang menjalani proses kemoterapi.

Reading Time:

Monday, May 20, 2019

Berdampak Buruk, Kurangi Minum Air Putih Saat Sahur
May 20, 20190 Comments
Air putih bisa dibilang merupakan air minum yang paling sehat diantara berbagai jenis minuman lainnya seperti kopi, teh, jus, atau beberapa jenis minuman lain. Memperbanyak air putih memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan karena sebagian besar tubuh manusia terdiri dari cairan, sehingga jika manusia kekurangan cairan maka akan mendapatkan gangguan kesehatan, sehingga minum air putih memang sangat dianjurkan dalam segala kondisi dan situasi.


Pun ketika sedang berpuasa. Air putih tetap tidak boleh dilupakan. Orang yang berpuasa tetap direkomendasikan untuk meminum air putih secukupnya untuk memenuhi asupan cairan untuk tubuh. Nah Sobat Sehat, yang perlu diperhatikan disini terkait dengan asupan air putih ketika berpuasa ini adalah ketika sahur lebih baik untuk mengurangi minum air putih karena berdampak buruk.

Kok bisa?

Tentu bisa, dengan sebuah kondisi. Kondisi ini adalah, minum air putih ketika waktu sahur akan berdampak buruk ketika dikonsumsi secara berlebihan. Ingat, jika dikonsumsi secara berlebihan. Berlebihan ini seperti apa? Nah, sahur adalah mengisi "bahan bakar" atau energi yang akan digunakan untuk menghabiskan waktu setelah Subuh sampai waktu berbuka. Untuk bisa melewati waktu tersebut, tentu harus diperhatikan keseimbangan gizinya. Terlalu banyak minum air putih bisa-bisa menyebabkan perut terasa kembung sehingga keseimbangan yang diinginkan tidak tercapai.

Kebanyakan minum air putih juga bisa meningkatkan resiko overhidrasi atau kelebihan cairan tubuh. Overhidrasi atau kelebihan cairan ini biasanya diderita oleh orang-orang yang memiliki riwayat penyakit jantung atau orang yang memiliki riwayat gangguan ginjal. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter spesialis gizi klinik dr Dian Permatasari, MGizi, SpGK yang dimuat di detikhealth.com.

Ketika terjadi overhidrasi, kandungan natrium dalam aliran darah akan berkurang sementara natrium ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel tubuh manusia. Ketika tubuh kekurangan natrium, maka cairan di luar sel akan masuk ke dalam sehingga menyebabkan pembengkakan pada sel. Akibatnya, bisa menyebabkan sesak nafas, yang jika sudah terlalu parah menyebabkan pembengkakan tubuh, hingga yang terparah meninggal.

Lalu bagaimana baiknya?

Masih menurut Dokter Dian, asupan yang seimbang untuk air putih selama bulan Ramadan bisa diatur dengan pola 2-4-2, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas setelah berbuka sampai sebelum tidur, dan 2 gelas saat sahur. 
Reading Time:
Jus Buah Tingkatkan Resiko Kematian Dini? Ini Penjelasannya
May 20, 20190 Comments
Jus buah selama ini menjadi salah satu menu favorit banyak orang sebagai salah satu cara untuk menikmati buah-buahan tanpa harus repot mengunyah. Tak jarang bahkan beberapa buah dicampur menjadi satu ke dalam segelas jus untuk mendapatkan rasa yang berbeda dan unik, disamping tentu juga untuk mendapatkan manfaat vitaminnya. Tetapi terkait jus buah ini ada yang menyebutkan bahwa mengunyah buah-buahan secara langsung lebih bermanfaat daripada merubah buah tersebut menjadi jus. Benarkah?


Bisa jadi.

Nah sementara mungkin hal tersebut masih menjadi perbincangan hangat, baru-baru ini di Amerika sebuah studi terbaru mengenai jus buah ini menimbulkan (mungkin) perbincangan baru. Studi tentang jus buah ini dimuat pada Journal of American Medical Association (JAMA). Studi ini melibatkan sekitar 13.440 orang yang ikut berpastisipasi dalam sebuah penelitian tentang jus buah dengan mengisi kuesioner. Seperti apa hasilnya?

Nah Sobat Sehat, penelitian yang diterbitkan pada jurnal tersebut ternyata mendapatkan kesimpulan bahwa jus buah berkaitan dengan resiko kematian dini seseorang. Penelitian lanjutan kemudian mengambil kesimpulan bahwa kematian dini ini ada hubungannya dengan kebiasaan seseorang dalam mengonsumsi makanan atau minuman manis, termasuk soda dan jus buah.

Penelitian tersebut tidak dilakukan dalam waktu yang singkat, tetapi cukup lama sekitar enam tahun dan dalam jangka waktu tersebut ditemukan sekitar 1.000 kematian dengan rincian 8,4 persen kematian akibat jantung koroner mendapat asupan kalori dari minuman manis yang 4 persennya berasal dari jus buah. 

Gabungan para peneliti yang diantaranya berasal dari Emory University dan Cornell University menganggap bahwa asupan gula berlebihan termasuk yang berasal dari jus buah dapat meningkatkan resiko kematian dini. Hal ini dikarenakan kandungan nutrisi pada jus buah dan pemanis buatan ini sangat mirip, yang membedakan hanya pada kandungan vitamin yang ada pada jus buah yang tidak dimiliki oleh pemanis buatan.

Penelitian ini sangat penting, karena kebanyakan orang-orang menjadikan jus buah ini sebagai alternatif minuman sehat. Sebenarnya tidak terlalu banyak masalah jika orang-orang mengonsumsi jus buah dalam jumlah sewajarnya dan tidak berlebihan karena memang jus buah memiliki beberapa manfaat terutama pada serat dan vitamin. Tetapi jika dikonsumsi secara terus menerus dan berlebihan bukan tidak mungkin akan menyebabkan obesitas, diabetes, hingga kematian.

Tetapi bagaimanapun juga penelitian ini masih harus dilanjutkan untuk mengetahui seberapa valid terkait kesimpulan mengenai resiko kematian dini karena mengonsumsi jus buah, meskipun sudah diterbitkan dalam jurnal.


Reading Time:

Saturday, May 18, 2019

Ini Cara Agar Tidur Siang Ketika Puasa Lebih Bermanfaat
May 18, 20190 Comments
Salah satu cara untuk mengurangi rasa lapar dan lelah yang biasa dilakukan ketika sedang berpuasa adalah dengan tidur siang. Tetapi memang tidur siang ini dianjurkan karena mendapatkan pahala. Nah pasti Sobat Sehat juga melakukan tidur siang ketika puasa, walaupun mungkin waktunya tidak lama. Ternyata aktifitas tidur siang ini memiliki manfaat yang baik, dengan catatan harus dilakukan dengan cara yang benar. 


Tidur siang dengan cara yang salah, alih-alih mendapatkan manfaat dengan membuat tubuh terasa lebih bugar, malah membuat tubuh terasa lemas dan terasa lebih capek. "Tidur memengaruhi kecepatan, kekuatan, suasana hati, dan persepsi nyeri Anda, yang semuanya sangat penting selama beraktivitas," kata W. Christopher Winter, ahli ilmu syaraf, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Lalu bagaimana cara tidur siang yang benar agar memberikan manfaat?

Nah Sobat Sehat, setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan manfaat dari tidur siang ini. Cara ini bisa dilakukan ketika selama berpuasa ataupun pada hari-hari biasa. Inilah beberapa caranya.

BATASI DURASI WAKTU TIDUR SIANG
Tidur siang yang bermanfaat ternyata adalah yang tidak terlalu lama. Mungkin banyak yang melakukan tidur siang dalam waktu yang lama, terutama ketika sedang berpuasa agar lebih cepat menghabiskan waktu tanpa merasakan lapar, haus, dan lelah. Tetapi ternyata tidur siang terlalu lama akan menyebabkan badan terasa lebih lemas. Nah, untuk mengatasi hal itu tidurlah dalam durasi waktu yang tidak terlalu lama, sekitar 30 menit. 

TIDUR SIANG LEBIH AWAL
Tidur siang lebih awal juga bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut. Sekitar jam 12.30 sampai jam 13.00 adalah waktu yang pas untuk tidur siang karena jika terlalu sore maka akibatnya akan membuat kita menjadi lebih sulit untuk tidur di malam hari. Dengan begitu maka pola tidur akan terganggu dan efeknya akan mempengaruhi kesehatan.

JANGAN STRES SAAT MENGALAMI INSOMNIA
Banyak orang yang mengalami permasalahan sulit tidur ketika malam hari, namun sangat jarang yang mengalami sulit tidur pada siang hari. Jika itu terjadi, gunakan waktu untuk tidur siang ini sebagai pengganti waktu tidur malam yang berkurang karena sulit tidur, atau bahkan mungkin tidak bisa tidur. Seringkali ketika seseorang tak bisa segera tidur maka akan merasa stres.

Nah Sobat Sehat, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar membuat aktifitas tidur siang selama puasa atau hari-hari biasa bisa lebih bermanfaat. 
Reading Time:

Friday, May 17, 2019

Hipertensi, Hindari Bahan Makanan ini Ketika Berbuka Puasa
May 17, 20190 Comments
Berbuka puasa memang terasa sangat nikmat. Bahkan rasa-rasanya ingin memasukkan semua makanan yang ada di meja ke dalam perut karena saking nikmatnya ketika berbuka puasa. Tetapi sebenarnya puasa masih dilanjutkan bahkan setelah waktu berbuka, meskipun berbeda dengan berpuasa ketika siang hari yaitu berpuasa dengan menahan diri agar tidak terlalu banyak makan menuruti nafsu sehingga makan terlalu banyak. 


Nah Sobat Sehat, bagi orang-orang yang tidak memiliki gangguan kesehatan, menahan diri agar tak terlalu banyak makan ketika berbuka tentu akan menyehatkan. Sementara bagi penderita gangguan kesehatan tertentu harus mengetahui bahan makanan apa saja yang harus dihindari ketika berbuka puasa. Termasuk penderita hipertensi. Bagi penderita hipertensi ada beberapa bahan makanan yang sebaiknya dihindari ketika berbuka puasa.

KEJU
Bisa jadi keju merupakan salah satu bahan makanan yang banyak digemari, baik itu sebagai campuran pada berbagai olahan makanan atau sebagai tambahan pada roti. Tetapi bagi penderita hipertensi, keju sebaiknya dihindari ketika berbuka puasa. Keju yang dicampurkan pada bahan makanan akan menambah kadar garam pada bahan makanan tersebut yang akan mempengaruhi penderita hipertensi.

ROTI
Siapa sangka ternyata roti juga mengandung kadar garam yang tinggi? Oleh karena kandungan garam yang cukup tinggi pada roti, maka lebih baik bahan makanan ini dihindari oleh para penderita hipertensi ketika berbuka puasa.

KUE
Kebanyakan kue memiliki rasa manis, meskipun ada juga yang memiliki rasa gurih. Kue yang gurih inilah yang mengandung garam yang lebih baik dihindari oleh para penderita hipertensi. Atau untuk memastikan apakah ada kandungan garam yang tinggi atau tidak perhatikan komposisi yang digunakan pada kemasan.

SAUS
Saus terkadang menjadi bahan penyedap tambahan favorit untuk berbagai jenis olahan makanan. Tetapi hati-hati terutama bagi penderita hipertensi karena berbagai jenis saus, baik itu saus tomat atau saus sambal mengandung garam yang cukup tinggi. 

MARGARIN
Margarin sering kali digunakan sebagai ganti garam karena rasanya yang gurih, tetapi perlu diperhatikan bahwa margarin mengandung lemak jenuh dan garam yang akan sangat berpengaruh bagi penderita hipertensi.

Nah Sobat Sehat, itulah beberapa bahan makanan yang harus dihindari oleh para penderita hipertensi ketika berbuka puasa. Makanan seperti gorengan mungkin juga harus diperhatikan agar tidak terlalu banyak. Hipertensi ini memang penyakit yang bisa dibilang pembunuh rahasia karena tidak memiliki gejala. Untuk mencegah datangnya penyakit hipertensi bisa dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengurangi asupan garam.

Reading Time:

Thursday, May 16, 2019

Mana yang Lebih Baik Untuk Kesehatan Mata? Alquran Cetak atau Digital?
May 16, 20190 Comments
Di bulan Ramadan kegiatan seperti tadarus menjadi sebuah kegiatan yang pantang untuk ditinggalkan. Hal itu tentu karena membaca tadarus membaca Alquran bisa mendatangkan pahala. Pada bulan Ramadan, pahala terebut tentu akan berlipat-lipat. Nah apakah Sobat Sehat melakukan kegiatan tadarus membaca Alquran selama Ramadan sampai hari ini? Lalu, Sobat Sehat lebih memilih membaca Alquran cetak atau versi digital?


Kenapa harus dibandingkan jika misalnya, sama-sama dibaca dan mendatangkan pahala?

Tetapi disini bukan sekedar membandingkan karena ada hal lain yang menjadi pertimbangan, yaitu mengenai kesehatan mata. Seperti diketahui mata manusia mampu beradaptasi ketika melihat sesuatu tergantung dari cahaya yang masuk ke mata. Tetapi mata juga punya daya tahan dalam melihat sesuatu secara terus menerus dalam waktu yang lama. Nah, lalu bagaimana kaitannya dengan membaca Alquran versi cetak atau digital?

Menurut dokter spesialis mata dr Zeiras Eka Djamal, SpM dari Jakarta Eye Center (JEC), seperti yang dimuat di detikhealth, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Alquran versi digital jelas lebih mudah dibawa kemana-mana, praktis. Selain itu ada juga ulama yang menyatakan bahwa membaca Alquran digital tidak perlu bersuci terlebih dahulu. Tetapi kelemahan utama dari Alquran versi digital ini adalah cahaya yang masuk secara terus menerus ke dalam mata membuat mata cepat lelah dan menyebabkan Computerize Vision Syndrom (CVS) atau kondisi dimana mata terlalu fokus pada suatu benda yang sama dalam waktu yang lama.

Hal tersebut bisa diminimalisir dengan mengurangi kadar brightness pada layar smartphone, meskipun waktunya juga harus dipertimbangkan.

Sementara Alquran versi cetak biasanya lebih nyaman untuk dibaca, meskipun memiliki kelemahan jika dibaca dalam kondisi yang gelap atau kurang cahaya. Membaca dalam kondisi cahaya kurang tentu akan menyebabkan gangguan kesehatan pada mata jika dilakukan secara berulang-ulang. Maka jika memang lebih nyaman membaca Alquran versi cetak, pencahayaan harus cukup terang. Dan sebelum itu tentu harus bersuci terlebih dahulu karena Alquran versi cetak berbeda dengan versi digital.

Nah Sobat Sehat, baik Alquran versi cetak atau digital sama-sama memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing, dilihat dari hubungannya dengan kesehatan mata. Memandang layar smartphone terlalu lama sudah banyak disebut akan memberikan gangguan kesehatan mata, sementara membaca Alquran versi cetak dalam kondisi yang kurang pencahayaan juga menyebabkan gangguan kesehatan pada mata. Jadi, tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan. Dan yang paling baik adalah tetap membaca tadarus Alquran, dan tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk tidak membaca tadarus Alquran.
Reading Time:

Tuesday, May 14, 2019

Diare Usai Santap Sahur? Ini Sebabnya
May 14, 20190 Comments
Meski sudah dikenal luas bahwa berpuasa itu menyehatkan, perubahan-perubahan pola makan dan tidur seringkali menyebabkan gangguan kesehatan yang bisa dialami oleh siapa saja yang menjalankan puasa. Nah misalnya ketika usai bersantap sahur tiba-tiba Sobat mengalami diare. Bukan sekali dua kali tetapi cukup sering. Pernah?


Nah Sobat Sehat, ternyata diare yang seringkali dialami oleh seseorang usai bersantap sahur erat kaitannya dengan jenis makanan yang disantap ketika sahur. Terkait hal ini, Ahli pencernaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH menyatakan bahwa makanan yang diolah harus bersih dan sehat.

Jika makanan yang disantap ketika sahur memiliki rasa yang terlalu pedas atau asam, kemungkinan besar mengalami diare usai santap sahur akan meningkat. Sehingga ketika santap sahur pilih bahan makanan yang sudah bersih dan olah bahan makanan tersebut dengan rasa yang tidak terlalu pedas atau asam. Tetapi selain rasa yang terlalu pedas atau asam, ada beberapa hal lain yang menyebabkan diare, misalnya:

VIRUS
Virus menjadi salah satu penyebab utama seseorang mengalami diare. Virus seperti Norwalk, Cytomegalovirus, serta virus Hepatitis menjadi beberapa virus yang seringkali menyebabkan diare terutama pada anak-anak. Virus ini bisa menular melalui beberapa cara terutama kontak cairan tubuh atau kontak darah antara penderita diare dengan orang lain. Disini perlu diperhatikan kebersihan peralatan makan yang digunakan.

BAKTERI DAN PARASIT
Beberapa bakteri dan parasit juga memiliki andil dalam menyebabkan seseorang mengalami diare. Untuk mengatasi permasalahan ini lagi-lagi masalah kebersihan harus sangat diperhatikan. Mulai dari bahan makanan yang akan diolah, bumbu-bumbu, hingga sampai ke peralatan makan yang digunakan bersama-sama. 

OBAT-OBATAN
Beberapa obat-obatan bahkan juga bisa menyebabkan diare, diantaranya adalah antibiotik. Hal ini disebabkan karena antibiotik menyebabkan gangguan keseimbangan pada bakteri yang ada di usus. 

LAKTOSA
Laktosa atau gula dalam susu atau olahan susu seringkali tidak bisa dicerna dengan baik oleh semua orang. Keadaan yang sulit mencerna laktosa dalam susu ini disebut intoleransi laktosa, yang lebih lanjut bisa menyebabkan diare. Maka, jika Sobat Sehat ada yang sahur dengan minum susu tetapi pagi harinya atau tak lama kemudian mengalami diare, lebih baik hindari minum susu sewaktu sahur.

PEMANIS BUATAN DAN TAMBAHAN
Bahan makanan yang mengandung pemanis buatan dan pemanis tambahan biasanya akan menyebabkan diare. Begitu juga dengan Fruktosa, zat gula alami yang biasanya ada pada bahan makanan seperti buah-buahan dan madu. Kemampuan orang dalam mencerna fruktosa ini berbeda-berda sehingga bagi orang yang mengalami diare setelah makan bahan-bahan makanan tersebut kemungkinan orang itu memiliki kesulitan dalam mencerna fruktosa.

OPERASI DAN PENYAKIT
Operasi juga bisa menjadi salah satu pemicu seseorang mengalami diare, terutama setelah operasi yang dilakukan pada daerah perut.

Nah Sobat Sehat itulah beberapa hal yang menyebabkan penyakit diare. Sementara untuk orang yang mengalami diare setelah bersantap sahur kemungkinan terbesar ada pada bahan makanan yang kurang bersih, kemudian makanan terlalu pedas atau asam, hingga kebersihan peralatan makanan.

Reading Time:

Monday, May 13, 2019

Agar Tidak Lemas Ketika Berpuasa, Hindari Sahur Dengan Makanan Ini
May 13, 20190 Comments
Normalnya, berpuasa memang membuat tubuh merasa lemas dan mengantuk. Tetapi dua hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk bermalas-malasan atau tidur seharian penuh ketika bulan puasa. Meskipun tidurnya orang berpuasa mendapatkan pahala, tetapi kalau berlebihan tentu juga tidak baik.


Banyak hal yang membuat agar tubuh tidak mengalami rasa lemas yang berlebihan atau mengantuk berlebihan ketika berpuasa. Dan hal tersebut seringkali dipengaruhi oleh kebiasaan yang dilakukan ketika berbuka hingga sahur. Nah Sobat Sehat, sahur ternyata memiliki peranan penting bagi orang yang berpuasa, dan berpengaruh pada aktifitas seharian yang dilakukan.

Meskipun terkadang sahur merupakan kegiatan yang agak kurang menyenangkan karena mungkin masih mengantuk, hingga kesiangan. Tetapi bukan tanpa alasan bahwa orang yang berpuasa harus menjalani sarapan yang dimajukan ini. Selain mendapatkan barokah, sahur yang baik akan mempengaruhi tenaga seseorang yang berpuasa. Dan ternyata ada makanan-makanan tertentu yang harus dihindari ketika sahur agar tidak menyebabkan lemas ketika berpuasa siang harinya.

Bahan makanan yang dimaksud adalah mie instan. Sebenarnya bahan makanan ini merupakan favorit banyak orang, karena sangat praktis dan rasanya juga cukup nikmat. Tetapi masalahnya, makan mie instan ketika sahur akan berdampak pada tubuh yang cepat merasa lemas ketika siang harinya. Hal ini disebabkan karena mie instan terbuat dari tepung yang mudah dicerna. Sehingga akan cepat merasa lapar. Selain itu bahan pengawet yang ada dalam bumbu-bumbunya juga akan berakibat kurang baik.

Selain itu, mie instan merupakan bahan yang diawetkan yang tentu memiliki nutrisi rendah, dan juga rendah akan kandungan seratnya. Makanan yang mengandung serat tinggi seperti sayuran dan buah-buahan lebih direkomendasikan sebagai menu ketika sahur karena bahan makanan yang mengandung serat akan bertahan lebih lama di dalam perut. 

Solusinya, jika benar-benar waktu sahur sudah mepet dan tidak sempat mengolah bahan makanan yang membutuhkan waktu lama, mie instan bisa dicampur dengan bahan-bahan lain yang mengandung serat seperti sayuran. Hal itu lebih baik daripada hanya menyantap olahan mie instan saja tanpa ada campuran dengan bahan makanan yang lain.
Reading Time:

Saturday, May 11, 2019

Kulit Kering Saat Berpuasa? Ini Cara Mengatasinya
May 11, 20190 Comments
Tidak makan dan tidak minum dalam waktu yang cukup lama ketika berpuasa memungkinkan seseorang mengalami perubahan pada kulit, yaitu biasanya kulit menjadi lebih kering. Hal ini sebenarnya normal karena ketika berpuasa kulit kurang mendapatkan asupan cairan atau zat-zat tertentu sehingga kulit terasa lebih kering.


Kondisi kulit yang lebih kering ketika dalam kondisi yang sedang berpuasa ini diamini oleh dokter spesialis kulit Ika Anggraini di Bamed Skin Care, yang mengatakan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh perubahan pola makan sehingga terdapat kendala dalam menjaga kelembapan kulit. Sehingga disarankan agar jangan sampai kekurangan asupan cairan untuk menjaga kulit tetap lembab dan tidak terlalu kering saat berpuasa.

Untuk lebih jelasnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Sobat Sehat semua agar ketika berpuasa kulit tidak menjadi terlalu kering akibat kekurangan cairan. Diantaranya adalah sebagai berikut;
  • Mencukupi kebutuhan air, yang bisa dilakukan selama waktu berbuka sampai sahur. Yang paling mudah tentu minum air secukupnya, atau minimal 8 gelas. Jika terlalu banyak, jangan diminum sekaligus, gunakan pola teratur sehingga 8 gelas sehari tetap tercukupi tanpa membebani.
  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur juga bisa menjadi cara yang baik untuk menjaga kebutuhan air dalam tubuh tercukupi. Tetapi bukan sembarang buah, ambil buah yang memiliki banyak kandungan air seperti semangka misalnya.
  • Mengurangi konsumsi kafein yang biasanya terdapat pada teh dan kopi. Teh seringkali menjadi salah satu menu utama ketika berbuka, padahal teh mengandung kafein yang bisa menyebabkan kulit kering. Terutama ketika sahur, usahakan hindari teh dan kopi. Selain menyebabkan kulit kering, juga akan menyebabkan lebih sering buang air kecil.
  • Mengurangi aktifitas di luar ruangan ketika matahari bersinar terik juga bisa membantu menjaga kulit agar tidak kehilangan cairan terlalu berlebihan. Terlalu banyak keringat yang keluar ketika berpuasa menyebabkan kulit kehilangan cairan yang akan menyebabkan kulit menjadi terasa kering.
  • Mandi dua kali sehari juga bisa digunakan sebagai cara untuk menjaga kulit tetap lembab. 
Nah Sobat Sehat, itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kulit tetap terasa lembab ketika berpuasa. Atau minimal kulit tidak kekurangan cairan yang menyebabkan kulit kering. Ketika kulit kering tentu bakteri akan lebih mudah masuk ke tubuh melalui kulit.


Reading Time:
5 Manfaat Kolang-Kaling, Buah Khas Bulan Ramadan yang Jarang Diketahui
May 11, 20190 Comments
Pada bulan puasa atau bulan Ramadan, kolang-kaling seringkali menjadi salah satu menu utama yang harus ada, terutama dalam sajian kolak yang memang identik dengan bulan Ramadan di Indonesia. Bentuknya oval berwarna putih agak kenyal, kolang-kaling banyak digemari menjadi salah satu bahan campuran utama dalam pembuatan kolak, disamping pisang.


Nah Sobat Sehat, ternyata bukan tanpa alasan mengapa kolang-kaling menjadi bahan makanan yang cukup digemari pada saat bulan Ramadan. Menurut dr. Nitish Basant Adnani BMedSc dari Klikdokter, kolang-kaling memiliki beberapa manfaat yang jarang diketahui. Dan inilah beberapa manfaat dari kolang-kaling yang luar biasa.

MEMPERLANCAR SISTEM PENCERNAAN
Buah berwarna putih berbentuk lonjong ini dikenal memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga memiliki manfaat yang sangat baik untuk pencernaan. Mengonsumsi kolang-kaling dapat membantu memperlancar masalah sulit buang air besar. Bahkan mengonsumsi kolang-kaling juga bisa mengeluarkan zat-zat beracun yang ada di dalam sistem pencernaan.

MEMBERIKAN ENERGI
Entah kenapa kolang-kaling hanya populer di bulan Ramadan. Tetapi mungkin hal ini ada kaitannya dengan salah satu fungsi dari kolang-kaling ini yang mampu memperlancar sistem metabolisme dan memberikan energi tambahan untuk menjalani aktifitas sehari-hari, terutama di bulan Ramadan.

MENJAGA KEKUATAN TULANG
Selain memperlancar sistem pencernaan dan metabolisme, kolang-kaling juga mengandung zat kalsium yang tinggi. Kandungan kalsium yang tinggi ini memberikan manfaat yang baik bagi tulang, menjaga kekuatan tulang sehingga mampu mencegah munculnya osteoporosis atau pengeroposan tulang.

MENCEGAH DEHIDRASI
Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh orang yang berpuasa adalah kekurangan cairan atau dehidrasi. Kandungan serat dan air yang tinggi pada buah kolang-kaling ini mampu mencegah dehidrasi. Apalagi ditambah dengan kandungan lain seperti berbagai vitamin dan mineral, membuat kolang-kaling ini mampu mencegah kekurangan cairan pada tubuh.

MENCEGAH ANEMIA
Anemia atau kekurangan darah biasanya menyebabkan penderitanya merasa lemas. Kandungan zat besi dalam kolang-kaling bermanfaat untuk mencegah seseorang mengalami anemia, terutama jika dikonsumsi secara rutin.

Nah Sobat Sehat, lima hal di atas merupakan manfaat kolang-kaling, si buah segar yang populer di bulan Ramadan, terutama di Indonesia. Untuk mendapatkan manfaat dari kolang-kaling ini tentu harus ada takarannya, jangan sampai mengonsumsi terlalu berlebihan. 
Reading Time:

Friday, May 10, 2019

Mengenal Air Nabeez, Infused Water ala Rasulullah
May 10, 20190 Comments
Infused water mulai populer sejak beberapa waktu lalu. Selain karena cara pembuatannya yang mudah, infused water memang terasa menyegarkan. Biasanya yang digunakan untuk membuat infused water adalah campuran buah-buahan segar seperti jeruk nipis, mentimun, stroberry, dan beberapa buah-buahan lain. Tetapi tahukah Sobat Sehat, ternyata air infused water ini sudah dikenal sejak zaman Rasullah. Lalu, apa yang digunakan? Dan apa manfaatnya?


Infused water ala Rasulullah ini sering disebut sebagai air Nabeez, dan bahan yang digunakan untuk membuat infused water ini adalah menggunakan buah kurma. Ya, Sobat Sehat cukup menggunakan buah kurma tanpa tambahan buah-buahan lain. Untuk cara membuatnya sama dengan membuat infused water biasa tetapi memang ada perbedaannya, nah diantaranya adalah sebagai berikut.

Cara membuat Air Nabeez, Infused Water ala Rasulullah:
  • Siapkan 5-7 butir buah kurma (disunahkan jumlahnya ganjil)
  • 1 gelas air
  • Setelah bahan siap, pisahkan kurma dari bijinya dan tekan secara pelan agar menjadi lebih lunak.
  • Setelah itu masukkan kurma tadi ke dalam segelas air yang sudah disiapkan. Tutup rapat dan diamkan selama minimal 8 jam. Bisa disimpan dalam suhu ruangan atau kulkas.
  • Sebelum diminum lebih baik diaduk terlebih dahulu dan sebaiknya diminum sampai habis sekaligus.
Lalu, setelah tahu cara membuatnya, Sobat Sehat bisa langsung mencoba membuat Air Nabeez secara mandiri di rumah karena infused water ala Rasulullah ini memiliki beragam manfaat yang baik untuk kesehatan, terutama di saat Bulan Ramadan seperti sekarang ini. Apa saja manfaatnya?
  • Membantu detoksifikasi tubuh karena mengandung alkali yang bisa menyeimbangkan asam dalam tubuh.
  • Bisa menstabilkan tekanan darah karena mengandung kalium yang menyeimbangkan tekanan darah dan menjaga kinerja jantung. Kalium juga berguna untuk memberikan tenaga tambahan sehingga sangat cocok diminum pada saat momen berpuasa seperti sekarang.
  • Mengusir kolestrol jahat dalam tubuh karena kandungan serat yang tinggi. 
  • Memperkuat otot-otot rahim bagi ibu hamil, sehingga air Nabeez ini juga baik dikonsumsi oleh ibu hamil.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung zat besi. Mengonsumsi air Nabeez secara rutin bisa menghindarkan kemungkinan terkena penyakit-penyakit berbahaya.
Nah Sobat Sehat, itulah manfaat air Nabeez, infused water ala Rasulullah yang ternyata sangat mudah pembuatannya. Bagi yang ingin mendapatkan manfaatnya secara maksimal lebih baik dikonsumsi secara rutin.
Reading Time:

Monday, May 6, 2019

Hindari Junk Food Saat Berbuka Puasa, Atau Akibatnya Ngeri
May 06, 20190 Comments
Selama sebulan ke depan, berbuka puasa menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Nah, pada momen berbuka puasa inilah berbagai jenis makanan, mulai dari menu makanan sederhana ala rumahan hingga menu berbuka khusus yang disediakan di restoran-restoran atau kafe-kafe. Tentu ketika saat berbuka tiba, Sobat Sehat rasanya ingin memakan semua menu makanan yang ada di meja. Tetapi perlu diingat, terutama bagi Sobat Sehat yang gemar berbuka puasa di kafe atau restoran, sebaiknya hindari menu berbuka puasa dengan makanan junk food.


Oke, junk food memang terlihat lezat dan menggugah selera tetapi sekedar nikmat saja tidak cukup. Junk food memang sudah memiliki reputasi sebagai makanan yang enak tetapi kurang baik bagi kesehatan. Bahkan jika dikonsumsi dengan jumlah banyak akan memicu banyak masalah kesehatan. Nah, Sobat Sehat, terutama ketika sedang berbuka puasa, lebih baik hindari berbuka dengan memakan junk food ini karena banyak sekali akibat yang ditimbulkan. 

Apa saja? Nah, inilah akibat yang ditimbulkan jika Sobat Sehat berbuka puasa dengan memakan junk food.
  • Asam lambung naik - Sobat Sehat, junk food mengandung kadar lemak yang cukup tinggi, sehingga jika dikonsumsi, terutama setelah berpuasa seharian penuh akan menyebabkan gangguan kesehatan. Organ pencernaan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mencerna junk food ini dengan sempurna dan seringkali junk food membuat regulasi asam lambung terganggu.
  • Menyebabkan sembelit - Junk food tergolong makanan berat, sehingga ketika Sobat Sehat mengonsumsi junk food ini secara langsung setelah berpuasa seharian akan menyebabkan saluran pencernaan bekerja dengan sangat keras dan bisa mengganggu proses pencernaan. Selain itu junk food juga sedikit mengandung serat sehingga menyebabkan sulit buang air besar.
  • Menyebabkan kantuk - Faktanya, meskipun junk food ini memang enak, tetapi kandungan gizi dan serat yang terkandung dalam junk food ini sangat rendah sehingga ketika mengonsumsi junk food sebagai menu berbuka puasa maka yang akan terjadi adalah tubuh merasa capek dan mengantuk. Hal ini tentu mengganggu aktifitas ibadah karena setelah berbuka puasa masih ada ibadah yang lainnya yaitu Salat Isya dan Tarawih.
Nah Sobat Sehat, itulah beberapa akibat yang bisa ditimbulkan jika menjadikan junk food sebagai menu berbuka puasa. Sebenarnya tidak ada masalah jika ingin tetap mengonsumsi junk food ketika berbuka, hanya saja lebih baik dengan porsi yang sedikit dan tetap didahului dengan air putih dan juga diimbangi dengan makanan yang kaya gizi dan serat sehingga tidak mengganggu pencernaan, sehingga ibadah puasa menjadi lebih khusyuk dan berkualitas.
Reading Time:

Friday, May 3, 2019

Waspada, Ini Bahaya Makan Makanan dari Kulkas
May 03, 20190 Comments
Saat ini kulkas memang menjadi salah satu peralatan rumah tangga yang bisa dibilang cukup penting dan membantu untuk menyimpan bahan makanan agar tidak cepat rusak. Mulai dari minuman, hingga bahan makanan seperti daging, sayur-sayuran dan buah-buahan. Bahan-bahan makanan yang disimpan di kulkas memang bisa bertahan lebih lama daripada hanya disimpan di dalam lemari biasa. Disimpan dalam kulkas juga lebih aman dari hewan-hewan rumahan seperti kecoak, cicak, hingga lalat.


Tetapi ternyata disamping banyak manfaat yang diberikan, kulkas juga memiliki sisi negatif. Misalnya saja seperti yang dialami oleh wanita yang berasal dari Tiongkok ini, yang bernama Zhou Ayi. Wanita tersebut tiba-tiba saja merasa mual, dan langsung ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah pemeriksaan diketahui bahwa dalam darah Zhou Ayi mengandung bakteri langka yang disebut Listeria Monocytogenes.

Bakteri ini menembus penghalang plasenta dan menyebabkan penyakit meningitis dan sepsis neonatal. Bakteri ini secara umum bisa tumbuh pada kondisi bersuhu rendah mulai 2 derajat dan bisa bertahan hingga suhu 42 derajat. Bakteri ini disebutkan bisa tumbuh pada suhu dalam kulkas sehingga kemungkinan besar bakteri ini akan bisa dijumpai pada bahan-bahan makanan yang ada di dalam kulkas.

Setelah mengetahui hal tersebut Zhou Ayi mengatakan bahwa ia dan keluarganya sering mengonsumsi makanan dari dalam kulkas, misalnya saja nasi yang dipanaskan kembali setelah disimpan dalam kulkas. Konsultan Gastroenterologi Hepatologi PB-PABDI, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD- KGEH, MMB, FINASIM, FACP seperti dikutip dari Intisari Online menyebutkan bahwa memanaskan makanan dari kulkas berperan besar dalam meningkatnya jumlah pasien diare yang datang padanya.

Tetapi hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan jika mengetahui cara-caranya, misalnya saja bahan makanan yang disimpan dalam kulkas harus dikemas dalam wadah yang baik dan tidak asal ditaruh begitu saja. Bahan makanan yang akan disimpan dalam kulkas juga harus dibedakan jenisnya, misalnya buah-buahan sendiri dalam wadah terpisah dengan sayuran dan juga daging. Lebih lanjut, dr. Ari mengatakan bahwa jika makanan dari dalam kulkas sudah berbau agak asam lebih baik tidak perlu dikonsumsi.
Reading Time:

Thursday, May 2, 2019

Banyak Diburu, Apa Manfaat Buah Ceplukan?
May 02, 20190 Comments
Bagi Sobat Sehat yang di masa anak-anak pernah merasakan bermain di pekarangan atau kebun-kebun yang banyak ditumbuhi semak-semak dan rerumputan, pasti tak asing dengan tanaman liar yang memiliki buah unik berbentuk bulat namun tertutup rapi dengan selimut yang membungkus seluruh buahnya. 


Apa lagi kalau bukan ceplukan.

Buah berwarna coklat ketika matang ini jaman dulu sering menjadi buruan anak-anak yang suka bermain di kebun-kebun atau pekarangan rumah. Karena disamping bentuknya yang memang cukup menarik, rasanya juga manis jika sudah matang. Agak asam ketika belum terlalu matang. Kini seiring dengan begitu masif-nya alih lahan kosong, pekarangan-pekarangan, hingga kebun-kebun area persawahan, tanaman ini mulai sulit ditemukan. 

Alhasil, harganya melambung tinggi.

Tetapi bukan semata karena sulit ditemukan atau langka. Buah ceplukan ini ternyata memiliki banyak sekali khasiat yang berguna untuk kesehatan. Khasiat untuk kesehatan ini didapatkan dari banyaknya kandungan vitamin yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Sebagai informasi, di Brunei sebutir buah ceplukan harganya mencapai Rp 10.000, sementara di Jakarta harga buah ceplukan mencapai Rp 500.000/kg. Cukup mahal, tetapi apalah arti uang jika itu bisa memberikan manfaat kesehatan yang tak ternilai?

Diantara manfaat dari buah ceplukan ini adalah:
  • Mengobati Diabetes Mellitus - Buah ceplukan bisa digunakan untuk mengobati diabetes mellitus, penyakit yang saat ini menyerang siapapun tak pandang usia. Untuk mengobati diabetes mellitus menggunakan ceplukan, caranya cukup mudah yaitu ambil pohon ceplukan sekaligus akarnya. Setelah itu cuci bersih kemudian dilayukan. Setelah layu rebus seluruh pohon ceplukan dengan tiga gelas air. Setelah kira-kira tinggal segelas, saring dan diminum satu kali sehari. 
  • Mengobati penyakit paru-paru, batuk rejan, radang saluran tenggorokan (bronchitis), gondongan, dan pembengkakan buah pelir - Selain diabetes mellitus, ceplukan juga bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit yang berhubungan dengan saluran pernafasan. Caranya juga tak sulit, cukup ambil pohon ceplukan sekaligus akar, daun, dan buahnya kemudian dicuci bersih, dan rebus dengan 3-5 gelas air mendidih. Setelah dirasa cukup, saring dan minum rebusan air dari pohon ceplukan tersebut tiga kali sehari.
  • Mengobati penyakit ayan - Untuk mengobati penyakit ayan, ambil 8 sampai 10 buah ceplukan yang sudah matang, kemudian dimakan secara rutin.
  • Mengobati Borok dan Bisul - Untuk mengobati borok dan bisul menggunakan ceplukan, caranya sangat mudah. Ambil daun ceplukan secukupnya, dicuci bersih kemudian dihaluskan. Setelah halus, tempelkan pada bagian yang terkena borok atau bisul. Untuk penyakit borok, tambahkan air kapur sirih pada daun ceplukan yang sudah dihaluskan sebelum dioleskan.
  • Influenza dan Sakit Tenggorokan - Bagi penderita influenza dan sakit tenggorokan, tanaman ceplukan juga bisa digunakan sebagai obat. Caranya dengan ambil tanaman ceplukan lengkap, kemudian iris-iris dan setelah itu dijemur. Setelah cukup kering, jemuran irisan ceplukan tadi dimasukkan ke dalam wadah agar tidak lembab. Setelah itu ambil irisan tanaman ceplukan tersebut secukupnya kemudian direbus. Setelah matang disaring dan minum air rebusan tersebut tiga kali sehari.
Nah Sobat Sehat, meskipun tanaman ceplukan ini terlihat ringkih tetapi ternyata memiliki banyak manfaat yang mengagumkan untuk kesehatan. Tak heran harganya kini cukup tinggi dan banyak diburu. Apakah masih ada tanaman ceplukan di lingkungan Sobat semuanya? 
Reading Time:

@way2themes